KURSUS IELTS & TOEFL ONLINE

Enam masalah yang paling sering muncul

Catatan ringan tentang kesalahan yang lazim muncul di tulisan murid saya.

Dalam keseharian berbahasa Inggris – penutur bahasa Indonesia memiliki item item tertentu yang membuat sulit baginya menulis kalimat yang ‘benar’.

Item item tersebut ada beberapa, dengan urutan acak, kita coba bahas sepintas sekilas.

1. Pertama adalah masalah Ketunggalan dan Kejamakan.
Bahasa Inggris memiliki aturan ketunggalan dan kejamakan yang tidak hanya berlaku pada versi kata benda, tetapi juga pada versi kata kerja dikenai aturan ketunggalan dan kejamakan.
Dalam bahasa Inggris, kata benda tunggal harus berpasangan dengan kata kerja tunggal. Dan sebaliknya, kata benda jamak sebagai pelaku harus berpasangan dengan kata kerja jamak.
Hal ini disebut sebagai Agreement. Dan ini merupakan poin yang paling sering miss dalam tulisan penutur bahasa Indonesia.
Awareness terhadap agreement harus ditingkatkan melalui rutinitas latihan yang memfokuskan pada agreement.

2. Kedua adalah masalah Ranah Waktu atau Tenses.
Bahasa Inggris memiliki spesifikasinya tersendiri tentang jenis format Ranah Waktu yang digunakan dengan mempertimbangkan Lini Waktu dan Fokus Kegiatannya.
Penutur bahasa Indonesia tidak mengenal prinsip konjugasi alias perubahan kata kerja.
Makan akan selalu makan, tidak lantas menjadi Makan Mnaka, Mkaan, seperti eat ate eaten .. dan juga tidak menjadi Makaned atau Makaning

Terdapat 144 probabilitas Ranah Waktu sesuai dengan konsep Goreng Tenses, dan bila tidak dikuasai dengan benar, maka Tenses akan selalu menjadi masalah bagi para siswa Indonesia yang menulis dalam bahasa Inggris.

3. Masalah Kata Benda: Bisa dihitung atau tidak?
Ini adalah satu poin yang cukup sering dipermasalahkan, dengan UNCOUNTABLE jauh lebih sulit dipahami dibandingkan COUNTABLE. Belum lagi kata yang countable atau tidaknya tergantung dari konteks.
Tak ayal siswa sering berkeluh, “Manalah saya tahu kalau dia Uncountable?”

4. Masalah Preposisi alias kata depan.
Dari sekian banyak perintilan materi grammar preposisi adalah salah satu yang paling menjengkelkan ia hanya dikalahkan oleh nanti yang ada di poin 5. Kadang kita bingung beda in at on for by to .. dsb .. lalu ketika digabung dengan kata kerja seperti tune in, tune up, listen to, listen for, dan lain sebagainya … Hanya bagian kecil tapi mengingat banyaknya item preposisi maka ia menjadi sesuatu yang meresahkan. Belum lagi kalau sudah mix urusan tanggal, waktu, jam, bulan, tahun, tempat dan lain sebagainya. Solusinya adalah menuntaskan latihan preposisi beberapa kali.

5. Masalah Artikel: Kapan pakai A, An, THE,
Penggunaan the adalah suatu misteri bagi hampir setiap pelajar dengan bahasa asal Indonesia. Tidak jarang kita lihat banyak sekali aturan mengenai The ini yang membuat sulit sekali untuk mengetahui secara pasti kapan waktunya pakai atau tidak pakai The. Saran saya adalah, jangan terlalu ambil pusing. Kalau salah, catat. Kalau benar, bersyukur. Biarkan jam terbang menjadikan anda kian terlatih dari hari ke hari.

Masih di poin nomor 5 juga, pelajar Indonesia kerap kali lupa membubuhkan ‘a’ untuk item kata benda tunggal. Ini merupakan kesalahan yang cukup sering terjadi dan didapati dalam esai esai IELTS maupun TOEFL.

SPOILER

6. Apa yang muncul sesudah ini: To infinitive atau Gerund / V-ing?
Apa yang harus muncul setelah bentuk ekspresi tertentu?
Kadang hanya bisa satu bentuk? Kadang mesti To Infinitive, Kadang mesti V-ing, dan kadang yang manapun dipakai tak menjadi masalah. Verb Complementation ini merupakan salah satu misteri terbesar bahasa Inggris yang seringkali diabaikan / diskip di kelas mengingat nature bahasannya yang sangat luas dan kontekstual.

SPOILER

Masih ada banyak sekali item grammar yang bisa dikategorikan rumit untuk dipelajari. Tapi sejauh pengamatan saya di kelas, murid-murid yang berada di level CEFR B1 (4-5) ingin menuju ke B2 5.5 hingga 6.5 seringkali terhambat di enam poin yang sudah saya sebutkan. Tiap orang memiliki kelemahannya tersendiri, seperti yang paling sering adalah keterbatasan kosakata diakibatkan rendahnya minat baca.
Kalau anda beranggapan bahwa belajar bahasa Inggris bisa dadakan / cabut cabutan … itu adalah suatu pikiran yang amat sangat keliru. Bahasa adalah masalah penumbuhan habit yang konsisten. Satu atau dua jam tapi setiap hari.

Jangan khawatir akan buat suatu kesalahan, asalkan kita belajar dari kesalahan tersebut.

Leave a Reply

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

Skip to toolbar